Survei LSI: KMA Ungguli Sandi

Survei LSI: KMA Ungguli Sandi

BAKAL cawapres KH Ma’ruf Amin (KMA) mengungguli bakal cawapres Sandiaga Uno dalam jejak pendapat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Menurut peneliti LSI Adjie Alfaraby, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pasca-pendaftaran capres-cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah di angka 52,2 persen.

”Elektabilitas ini hampir menyamai perolehan suara Jokowi pada Pilpres 2014 yaitu 53,15 persen,” ujar Adjie di kantor LSI Denny JA di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/8) lalu.

Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandi, kata Adjie, hanya di angka 29,5 persen. Dengan demikian masih ada selisih elektabilitas hingga dua digit antara Jokowi – Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi.

Selain itu, masih ada responden yang belum menentukan pilihannya atau undecided voters. “Mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 18,3 persen,” katanya.

LSI dalam surveinya juga menguji elektabilitas KMA dengan Sandi. Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu di angka 43,7 persen, sedangkan Sandi di angka 30,7 persen. ‎

Undecided voters dalam head to head antara KMA dengan Sandi mencapai 23 persen. Sandi justru unggul dari pemilih berlatar belakang nonmuslim. Ada 36,6 persen responden nonmuslim yang memilih Sandi. Sedangkan elektabilitas KMA di kalangan responden nonmuslim di angka 34,7 persen.

Selanjutnya di segmen pendidikan, KMA unggul dari Sandiaga di pemilih berpendidikan rendah hingga menengah. Untuk responden berpendidikan sekolah dasar (SD), KMA unggul sebesar 45,9 persen. Sedangkan elektabilitas Sandi di kalangan responden berpendidikan SD hanya 18,5 persen. Adapun undeciderd voters di kalangan responden berpendidikan SD mencapai 35,6 persen.

Untuk responden menengah (SMP-SMA), KMA memperoleh 42,6 persen. Sandi memiliki elektabilitas 37,5 persen, sedangkan 19,9 persen responden belum menentukan pilihan.

Sandi unggul di kalangan responden yang pernah kuliah atau berpendidikan tinggi, elektabilitasnya mencapai 47,3 persen. Sementara KMA 40 persen. Yang tidak memilih sebesar 12,7 persen.

Sandi juga unggul untuk segmen pemilih pemula. Elektabilitasnya mencapai 50 persen, sedangkan KMA cuma 18,4 persen. Sisanya adalah responden yang tak memilih mencapai 31,6 persen. Tetapi di segmen umur milenial atau 20-39 tahun, KMA unggul dengan 44 persen. Sementara Sandi di angka 34 persen. Sisanya ada 22 persen responden yang tak memilih.

KMA juga unggul untuk segmen pemilih di atas 40 tahun. Elektabilitasnya 45 persen, sedangkan Sandi 27,1 persen. “Jadi KMA unggul di semua segmen umur. Kecuali pemilih pemula,” pungkasnya.

Survei LSI dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 melalui wawancara tatap muka  menggunakan kuesioner. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling kepada 1.200 responden dari 33 provinsi di Indonesia. Responden yang dipilih di atas umur 17 tahun atau yang sudah menikah. Margin of error survei itu lebih kurang 2,9 persen.

kabar9
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *