Sekjen PDIP: Ada yang Mendramatisir Pernyataan Mahfud MD

Sekjen PDIP: Ada yang Mendramatisir Pernyataan Mahfud MD

SEKRETARIS JENDERAL Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto amat menyayangkan kepentingan pihak tertentu yang menjadikan penetapan cawapres Jokowi dengan mendramatisasi pernyataan Mahfud MD. Menurutnya, dinamika penetapan cawapres Jokowi masih wajar, dan lebih beradab ketimbang penetapan cawapres Prabowo Subianto yang diwarnai aksi transaksi jual beli dukungan atau mahar politik yang disebut-sebut mencapai Rp1 triliun.

“Awal kehancuran suatu bangsa apabila memilih pemimpin tertingginya dengan mengabaikan moral, etika dan keadaban publik. Kami sendiri heran, begitu murahnya rekomendasi untuk menjadi cawapres,” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Kabar9, Jumat (17/8).

Menurut Hasto, ini menjadi gambaran rusaknya peradaban politik bangsa. Mereka telah memperjualbelikan pencalonan hanya demi uang tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun. Bagi koalisi Indonesia Kerja, capres dan cawapres adalah pemimpin untuk rakyat, pemimpin bangsa dan negara yang prosesnya tidak boleh dikotori oleh praktik politik uang.

Ia bersyukur, penetapan KH Ma’ruf Amin (KMA) dilakukan melalui dialog para pemimpin. Bahwa di dalamnya ada dinamika dan dialektika kepentingan antar-partai yang berbeda menurutnya hal yang wajar. Namun pada akhirnya Jokowi mengambil keputusan atas dasar pilihan nurani, kemerdekaan politik dan mencari sosok pemersatu, sosok pengayom, sosok yang selama setahun terakhir sangat aktif berdialektika dengan Pancasila.

“Kyai Ma’ruf hadir sebagai sosok pemimpin yang mumpuni lahir dan bathin,” tegasnya.

Mahfud MD sendiri, diakui Hasto, sangat legowo. Ia menceritakan bahwa saat rapat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila bersama Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Buya Syafi’i Maarif tetap menampakkan keakraban.

PDIP percaya terhadap suara hati para pemimpin untuk menjaga martabat, etika dan keadaban bangsa. Untuk itu kata Hasto, jangan jadikan pilpres sebagai pertarungan kekuatan uang.

“Kami bangga dengan Pak Jokowi yang telah memilih Kyai Ma’ruf Amin atas dasar pilihan nurani. Kita mencari pemimpin, bukan pedagang politik,” paparnya.

Foto: Istimewa (senayanpost)

 

kabar9
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *