KMA Apresiasi Langkah BI Gerakkan Ekonomi Pesantren

KMA Apresiasi Langkah BI Gerakkan Ekonomi Pesantren

KH MA’RUF Amin (KMA) mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang berupaya menggerakkan ekonomi pesantren. Menurutnya pesantren selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga adalah pusat pergerakan, pesantren juga harus jadi pusat perbaikan ummat.

Melalui peningkatan ekonomi pesantren, lanjut KMA,  dalam kitab Fathul Mu’in Fardu Kifayah itu di antaranya, membangun, mengembangkan ilmu Syara’, fiqih, tafsir, hadist  dan ilmu pesantren lainnya. Tugas fardu kifayah pesantren lainnya  adalah  daf’u dharorin, yakni menghilangkan kemadharatan, menghilangkan kelaparan, membantu pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga persoalan sandang ummat, perlu menjadi perhatian pesantren.

“Kalau ada masyarakat kelaparan, kekurangan pakaian, kurang pendidikan, kurang kesehatan,  pesantren ikut berdosa. Karenanya kita harus menggerakkan kemandirian ekonominya, untuk turut serta mengeliminir kemiskinan di negeri ini,” papar KMA di acara Halaqoh Entrepreneur Kemandirian Pesantren dan Haul KH Masruri Abdul Mughni di Ponpes Al-Hikmah 2, Selasa (11/9/2018).

Karena itu pesantren harus siap menjadi pusat pemberdayaan ekonomi untuk menggerakkan ekonomi ummat, menghilangkan kesenjangan pesantren.

“Pak Jokowi sudah menyetujui ini. Karena itu pemerintah membina koperasi dan pesantren agar lebih berdaya ekonominya. Pemerintah juga mendorong para pelaku ekonomi kelas atas, para konglomerat untuk bermitra dengan pesantren dengan pelaku ekonomi kecil, agar distribusi ekonomi lebih merata,” ujarnya.

Pesantren yang mandiri secara ekonomi, menurut KMA, menjadi pendorong ekonomi nasional. Karena sejatinya, di pesantren juga diajarkan ilmu-ilmu ekonomi, yang bisa diterapkan dan dikembangkan di tengah masyarakat.

Dalam fiqh pesantren, lanjut KMA, urusan jual beli hingga urusan musyarakah,  penanaman modal, asuransi dan pengelolaan usaha, itu diajarkan dalam fiqh. Sekarang santri harus bisa mempraktikkannya untuk menggerakkan ekonomi Indonesia. Sebab sekarang sistem ekonomi ala pesantren ini telah diakui sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional.

“Ada Undang-Undangnya. Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, bahkan sekarang sudah dibentuk Komunitas Masyarakat Ekonomi Syariah yang diketuai langsung oleh Presiden Jokowi,” tandas KMA seraya menambahkan bahwa  Jokowi adalah salah satu Presiden yang punya perhatian besar terhadap pesantren. Penetapan Hari Santri Nasional, pemberdayaan ekonomi pesantren dan sejumlah kebijakan yang pro pesantren lainnya menjadi bukti tingginya perhatian Jokowi terhadap santri.

kabar9
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *