Cyber Army Takfiri Menghujat Para Ulama

Cyber Army Takfiri Menghujat Para Ulama

KERAP kali tersaji meme maupun berita hoax yang mengarah pada penghinaan para ulama, khususnya para kyai yang notabene adalah tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu sudah terlihat sejak masih ramai-nya isu Al Maidah-51 mencuat, yang menjadi blunder kiri-kanan.

Kali ini ekstrim, bahwa di luar kasus tersebut, para kelompok radikal-takfiri – penganut pemahaman mudah mengkafirkan kaum muslimin – menemukan momentumnya. Setelah kasus Ahok masuk persidang, justru cacian, makian, fitnah, penghinaan terhadap para kyai NU tidak berhenti. Wajar jika ada pendapat yang menyebut, bahwa skenario berlanjut untuk menggerus NU. Baik itu NU struktural maupun kultural.

Kelompok radikal-takfiri ini jika diamati seperti memiliki ‘cyber army.’ Sampai urusan kekalahan Timnas dengan Thailand pada leg kedua final piala AFF saja mereka menurunkan satu tulisan yang jika disimpulkan begini maksudnya, “kekalahan timnas Indonesia lantaran pemainnya banyak dari golongan kafir, jadi tidak pantas juara,” secara nalar sehat, apa korelasinya antara kafir dan kekalahan timnas Indonesia atas Thailand. Broadcast ini disebar melalui Whatsapp.

Kembali ke masalah awal. Jika merunut tahapan kampanye ideologis, dalam kurun waktu beberapa tahun tahapan pertama yang dilakukan adalah mempropagandakan bahwa amaliyah NU, seperti tahlilan, ziarah kubur dan macam-macamnya, dianggap bid’ah –bahkan pengkafiran.

Sekarang polanya berubah, meski cara sebelumnya tetap dipakai. Kali ini mereka para takfiri itu menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap tokoh-tokoh NU. Mereka seperti ingin memisahkan nahdliyyin kultural dengan para kyai NU. Caranya, dengan memfitnah, mencaci maki sesepuh NU, dengan harapan para nahdliyyin kehilangan ahlak dan pudarnya rasa hormat kepada para kyai.

Sudah banyak kasus, seperti bully melalui meme terhadap Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Maimun Zubair, KH Musthofa Bisri (Gus Mus), dan sekarang Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Bahkan sempat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin tak luput dari pemfitnahan.

Mereka langsung menyerang para tokoh-tokoh sentral di tubuh NU yang memiliki peran strategis. Mungkin harapannya, dengan fitnah dan cacian tadi, perlahan akan menghilangkan perlahan kehormatan secara personal maupun secara organisasi NU. Kenapa? karena NU membawa gagasan Islam moderat, damai.

Orientasi gerakan takfiri ini sebenarnya, ngeri-ngeri sedap. Mereka ingin mengubah Islam dari agama menjadi ideologi. Kelompok ini selalu menggunakan isu agama, khususnya Islam sebagai dalih dan senjata politik untuk mendiskreditkan. Ibarat kata, Islam dijadikan kemasan dan senjata. Mereka terang-terangan mengkonotasikan para pihak yang tidak sepakat dengan ideologi mereka sebagai lawan. Kemudian mengubah budaya/kultur Indonesia dengan tradisi dan budaya asing, contohnya ketimur-tengahan, maksudnya timur tengah. Inilah yang biasa disebut dengan ‘cultur genocide.’

Agama yang hakikatnya adalah pesan luhur akan kasih sayang disulap menjadi ideologi sempit dan kaku. Menampilkan Islam yang beringas, agresif, intoleran, penuh kebencian. Cara yang paling mudah adalah dengan penuduhan kafir dan murtad. Mereka kerap mempesonakan simbol-simbol agama, bukan keterbukaan ajaran agama dengan memahami secara spiritual dan esensi Islam itu sendiri.

Dan ternyata, para takfiri ini punya juga sejarah gerakannya di beberapa negara. Misalnya, di Sudan Selatan, dimana pada 1983 mereka ‘ikut cawe-cawe’ dalam perang sipil. Kemudian di Nigeria, mereka pernah menerapkan sistem syariah dalam bentuk ‘hudud.’ Ribuan orang dicambuk dan dipotong tangannya untuk mempertahankan rezim yang ketika itu dikuasai para takfiri.

Adalagi di Mesir, ada seorang penulis perempuan bernama Farah Fauda. Ia dibunuh di apartemennya karena dimurtadkan oleh fatwa takfiri yang pernah berkuasa di negara tersebut. Farah mengkritik tentang sistem pemerintahan yang diterapkan rezim takfiri. Terakhir sempat meringsek ke Iran, dengan menggunakan otorisasi ‘wilayatul fiqh’ pada 1979, yang membatasi ummat Syiah untuk meyakini ajarannya.

kabar9
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *